ANALISIS PERBANDINGAN METODE COLLABORATIVE FILTERING, TRUST BASED DAN SOCIAL BASED DALAM MEMBANGUN RECOMMENDER SYSTEM
ABSTRAKSI
Saat ini keberadaan suatu sistem yang dapat memberikan rekomendasi kepada user atau lebih dikenal dengan istilah recommender system mulai diperhitungkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penelitian yang mulai dilakukan dan banyaknya pihak yang mulai menggunakan sistem ini. Penggunaan sistem rekomendasi ini secara jelas dapat kita lihat pada sektor industri yang berusaha menawarkan banyak pilihan produk ke pelanggan. Yang menjadi tantangan adalah apakah produk sudah ditawarkan ke pada calon pembeli yang sesuai atau jika kita mengambil sudut pandang dari sisi pembeli, apakah saya sudah menemukan produk yang memang saya sedang cari dan butuhkan saat ini? Paper ini berisikan uraian mengenai perbandingan metode collaboratve filtering, trust-based dan social-based recommender system yang saat ini dipakai untuk membangun suatu sistem rekomendasi. Perbandingan yang dilakukan berdasarkan pada kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing metode dan disimpulkan bahwa social-based recommender system adalah metode yang memberikan akurasi rekomendasi yang lebih tinggi daripada 2 metode lainnya
Keywords: recommender system, social-based, trust-based, collaborative filtering.
- 1. LATAR BELAKANG
Seiring dengan perkembangan teknologi internet yang semakin berkembang pesat, semakin berkembang pula bidang yang mendukungnya yaitu information retrieval. Perkembangan bidang ini tentu juga disebabkan oleh tingginya minat user untuk mendapatkan informasi secara tepat, relevan, dan sesuai kebutuhan yang diinginkan. Dalam information retrieval dari suatu sistem terkandung informasi-informasi penting yang dapat diolah ataupun dapat difilter agar sesuai dengan kebutuhan user. Berdasarkan kenyataan tersebut muncul recommender system atau sistem penyedia rekomendasi.
Recommender system bertujuan untuk menyediakan rekomendasi informasi kepada user berdasarkan informasi yang ditangkap melalui user. Recommender system dinilai memiliki nilai komersil yang tinggi [RSWSR], sehingga banyak dilakukan penelitian dalam bidang ini [RSWSR, UNIFY, TRUST, SOCIAL] untuk mendapatkan metode yang relevan dalam mengembalikan informasi sesuai kebutuhan user. Ada banyak metode yang dikembangkan dalam recommender system. Setiap metode yang dikembangkan memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Umumnya metode yang ada merupakan perbaikan atau modifikasi dari metode-metode yang ada sebelumnya. Beberapa metode dalam recommender system antara lain collaborative filtering, trust based, dan social based.
- 2. DASAR TEORI
2.1. Model Collaborative Filtering (CF)
Model collaborative filtering bertujuan untuk memprediksi user interest berdasarkan suatu item dalam sekumpulan user profile. CF dibagi menjadi dua bagian yaitu model based dan memory based [UNIFY]. Pada model based diperlukan contoh training untuk mengeksekusi sebuah model yang mampu memprediksi rating untuk item yang tidak pernah di rating oleh test user. Memory based dibagi menjadi dua yaitu user-based dan item-based.
Berbeda dengan model based, memory based dapat memprediksi dengan mengukur kesamaan antara user yang ditest dengan user lain (user based) atau item yang ditest dengan item lainnya (item based). Kemudian untuk memprediksi unknown rating dengan merata-ratakan rating yang diketahui pada test item melalui user yang sama (user based) atau merata-ratakan rating item yang sama melalui test user (item based).
User-based memprediksi test user interest pada test item berdasarkan informasi rating dari user profile yang mirip seperti pada gambar 1.a. Item-based memprediksi test user interest berdasarkan item yang mirip yang dimasukkan oleh test user.
2.2. Model Trust-Aware-Based
Trust adalah suatu parameter baru yang ditambahkan dalam metode collaborative filtering untuk melakukan perhitungan rekomendasi suatu barang terhadap suatu pengguna berdasarkan pada nilai rating yang didapat dari pengguna lainnya. Pada metode ini, pengguna diizinkan untuk menyatakan seberapa percaya mereka kepada rekomendasi barang yang diberikan oleh pengguna lain yang sebelumnya telah memberikan rating terhadap barang tersebut.
2.3. Model Social-Based
Konsep yang digunakan pada “Social Recommender System adalah dengan memperhitungkan relasi hubungan antara pengguna dengan pengguna lainnya dalam suatu layanan aplikasi jejaring sosial.
- 3. ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Model CF memiliki kelebihan yaitu dapat memprediksi data yang belum pernah muncul berdasarkan informasi yang ada. Selain itu model CF juga merupakan model yang sederhana karena merupakan model awal. Model ini mudah dipahami dan setting parameter yang dibutuhkan sangat sedikit.
Sedangkan kelemahan model CF adalah adanya data sparsity problem. Data sparsity problem ini dapat menyebabkan hilangnya informasi dari rating yang mirip, hal ini akan membuat rekomendasi yang dihasilkan menjadi buruk. Data sparsity problem disebabkan oleh hanya sebagian informasi dari user-item matriks yang digunakan memprediksi unknown rating.
Metode Trust-based recommender system mengatasi kelemahan yang ada pada traditional recommender system yang menggunakan metode collaborative filtering yaitu dengan menggabungkan hasil rating suatu item dari sejumlah pengguna dan membandingkan karakteristik pengguna-pengguna tersebut dengan karakteristik pengguna yang akan ditawarkan item yang sama. Namun ternyata, dari hasil penelitian yang telah dilakukan, ternyata metode ini tidak memberikan nilai akurasi yang cukup baik.
Kelebihan yang dimiliki oleh social-based recommender system adalah bahwa dengan memperhitungkan status hubungan ataupun relasi yang dimiliki oleh seorang pengguna dengan pengguna yang lain, maka hal ini berpengaruh pada besarnya pengaruh nilai rating yang diberikan seorang pengguna terhadap suatu barang untuk juga direkomendasikan ke pengguna yang lain yang memiliki hubungan sosial dengan pengguna yang telah memberikan rating tersebut pada suatu aplikasi jejaring sosial.
- 4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, maka dapat disimpulkan bahwa metode terbaik yang dapat digunakan untuk membangun suatu recommender system adalah menggunakan metode social-based recommender system yang menghasilkan tingkat akurasi rekomendasi yang lebih tinggi. Dimana parameter akurasi diukur berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh sistem adalah tepat dan sesuai dengan karakteristik user.
- 5. DAFTAR PUSTAKA
He, Jianming dan W.Chu, Wesley. A Social Network-Based Recommender System (SNRS).
Ma, Hao, dkk. Recommender Systems with Social Regularization. Microsoft Research.
Massa, Paolo dan Avesani, Paolo.Trust-aware Collaborative Filtering for Recommender Systems. ITC-iRST. Italy
Melville, Prem dan Sindhwani. Recommender Systems. IBM T.J. Watson Research Center, Yorktown Heights, New York.

